Praktek Resep : Ayam Woku (Yang Not So Woku)

Ayam Woku Khas Dapoer Njonja

Ayam Woku Khas Dapoer Njonja

Jadi saudara-saudara, keinginan untuk membuat resep yang satu ini dipicu menu makanan yang saya santap sebelumnya di rumah makan Lekker Hoo. Ayam woku khas Manado yang ternyata enak itu membuat saya berniat untuk mencari dan mempraktekkan resepnya.

Entah bagaimana rasa asli ayam woku khas Manado kalau yang membuat orang Manado asli, tapi Woku yang saya makan di Lekker Hoo lumayan enak. Bumbunya pas dengan lidah saya.

Dan begitu pulang dari Lekker Hoo langsung nyari resepnya. Dan kebanyakan hampir sama sih antara satu dengan yang lain. Hanya berbeda di takaran bahan saja.

Jadi inilah bahan-bahan Ayam Woku ala Dapoer Njonja

  • 1/2 kg Ayam. Kalau saya beli yang bagian paha. Cuci bersih, beri 1/2 buah air jeruk nipis, garam, dan merica biar nggak amis. Sisihkan selama 10 menit, lalu goreng sampai berambut.
  • Haluskan bahan2 berikut :
    • 6 siung bawang merah
    • 3 siung bawang putih
    • 7 cabe merah keriting
    • 2 cabe merah besar
    • 3 cm jahe
    • 3 cm kunyit bakar
    • 3 cm lengkuas
    • 5 buah kemiri sangrai
  • Iris tipis bahan berikut :
    • 2 batang serai (ambil putihnya saja)
    • 3 lembar daun jeruk, buang tulangnya
    • sebenarnya dalam resep ada daun kunyit dan daun pandan, berhubung saya susah nyari di pasar, akhirnya kedua bahan ini saya skip. Harusnya sih nggak boleh ya, karena pasti citarasa herba-nya akan berubah. Tapi kalau ada, iris tipis 2 lembar daun kunyit dan 1 lembar daun pandan
  • Petik (sebanyak-banyaknya) daun kemangi. Bersihkan, sisihkan
  • 2 buah tomat besar, iris melintang
  • Minyak untuk menumis
  • 500 ml air
  • garam, gula, dan penyedap secukupnya

Cara bikinnya :

  • Panaskan minyak
  • Tumis bumbu halus hingga harum
  • masukkan irisan daun jeruk & serai, tumis hingga harum
  • masukkan air
  • masukkan ayam
  • tambahkan garam, gula, dan penyedap secukupnya. Lakukan uji rasa, kalau ada yang kurang boleh ditambah. Kalau kelebihan? ya udah, siap-siap diomelin…hahaha
  • masak hingga kuah menyusut
  • terakhir masukkan tomat dan daun kemangi
  • aduk rata sampai layu, sajikan dengan nasi putih hangat

kenapa saya beri judul Not So Woku karena takaran yang saya pakai ini terlalu banyak cabe, sehingga rasa herbanya kalah dengan cabe. Harusnya sih takaran resep diatas digunakan untuk 1 kg ayam. Nah, dalam kasus praktek saya, Wokunya jadi terlalu merah.

Eh tapi, ayam woku manado asli itu warnanya merah atau kuning? Harusnya sih kuning kali ya? Karena kalo merah, jatuhnya ayam bumbu bali dong ya?

Tapi beneran deh, rasanya enak! Walau bumbunya mungkin nggak sehalus seperti Lekker Hoo karena yang ini saya uleg sendiri (tanpa blender), tapi tekstur serai dan daun jeruknya memberi sensasi yang berbeda. Dan ternyata saya lebih suka Ayam Woku dibanding Ayam Betutu yang rempahnya lebih kasar. Dan yang paling penting, makanan ini nggak pakai santan kelapa, jadi relatif lebih ringan dan tidak menimbulkan rasa bersalah yang berlebihan (kecuali tiba-tiba kalap dan nasi sebakul dihabisin sendiri) 😀

Next time janji deh bikin Ayam Wokunya semirip mungkin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s